Lekker Urban Food Restaurant
Kata Lekker berasal dari kata Belanda yang artinya Lezat. Setelah melalui perencanaan dan pembangunan sekitar 2 tahun lebih, resto 2 ruko yang berlokasi di kompleks Multatuli mulai beroperasi beberapa bulan lalu.
Walaupun masih dalam tahap soft opening, resto ini sudah cukup memanjakan pengunjung, terutama design interior dengan gaya retro yang unik dan nyaman. Rata-rata kursi dan meja yang dipakai disini merupakan hasil kreatifitas Jefry selaku pemilik cafe dengan menggunakan recycled material, misalnya kursi makan yang terbuat dari skuter vespa, sofa kulit warna ngejreng yang menyerupai jok mobil Cadillac, ada juga kursi yang terbuat dari bath tub. Really it’s a unique dining experience here. Dan itu hanya di lantai dasar lho… Di lantai 2 juga terdapat ruangan yang cukup luas untuk acara arisan atau ultah. Beberapa miniatur di lantai 2 yang dicover dengan kaca juga menarik perhatian kami.
Lekker menawarkan beragam makanan, most notably Western dan Indonesian food. Beberapa menu cukup unik karena merupakan perpaduan, sebut saja Nasi Cowboy, nasi goreng yang disajikan ala sandwich dilapisi ham dan ditemani french fries. Tentu saja anda juga bisa menemukan berbagai jenis Nasi Goreng tradisional seperti Nasi Goreng Petai Teri dan Nasi Goreng Kampung yang termasuk best seller. Namun nilai plus yang ditawarkan disini ialah masakan khas Nusantara yang tidak akan anda temui di cafe lain di Medan seperti Nasi sop buntut Bebalung, Nasi Lempang Melayu, Soto Padang, Bebek Bengil, Salad Bali, Nasi Rawon dan lusinan lainnya yang kami tidak ingat di post ini.
Apabila anda peminat western food, beberapa jenis pasta, steak dan sandwich juga menghiasi buku menu di Lekker. Jujur saja walaupun kami sering mengunjungi cafe ini, masih sangat banyak menu yang belum pernah kami coba. Apabila tidak terlalu lapar, silakan coba snack yang bervariasi mulai dari Grilled Baby Potato, Crispy Potato Skin, Chicken Wings sampai beberapa jenis Pizza.
Yang tidak kalah menarik adalah jenis minuman yang ditawarkan. Beberapa Moctail kreasi Lekker termasuk yang ter-unik yang pernah kami coba. Selain itu penyajiannya kebanyakan di gelas berukuran besar, jadi anda bisa sharing untuk 1 jenis minuman. Bagaimana soal harga? Luckily, it’s not expensive. Namun yang selalu menjadi kendala ialah susahnya mencari seat di Lekker pada jam makan, so either come early to avoid crowd, or call 4575782 for reservatio
Jumat, 25 Januari 2013
B' cafe :)
Chicken Maryland (IDR 38)
Masih di seputaran Multatuli, Bcafe hadir sejak beberapa bulan lalu meramaikan cafe yang sudah dahulu diramaikan oleh Lekker dan Food Print Cafe. You might wonder, Why the letter “B”? Let’s find out.
Cafe ini berlokasi di Kompleks Multatuli Indah blok CC-36. Cafe ini hanya menempati 1 ruko, dengan sedikit partisi membagi bagian luar untuk area smoking dengan bagian dalam yang ber-AC. Terus terang ukuran 1 ruko cafe ini lumayan sempit dan serasa dipaksa. Privacy is main concern here, unless you don’t mind listening to others’ conversation around.
The menu varies from Indonesian to Western food, so we ordered Chicken Maryland karena merupakan rekomendasi dari waiter. Untuk minumnya, Caramel Coffee Jelly as suggested di Twitter (hey checkout out twitter @makanmana). Chicken Maryland-nya memiliki rasa yang pas dengan tepung yang tidak terlalu tebal.
And by the way, buat yang masi penasaran, nama Bcafe sebenarnya disingkat dari Brother’s Cafe, berhubung “Brother’s Cafe” sudah eksis sebelumnya, maka cafe ini dinamakan sedemikian yang dimana merupakan hasil usaha dan kerjasama dari 4 sahabat karib.
Rabu, 16 Januari 2013
061 Bistro, Jalan Kesawan
Setelah berbulan-bulan menunggu, akhirnya rasa penasaran itu terjawab juga. Kanopi kuning yang berada di sebelah toko iPlug yang berada di Jalan Kesawan kini telah soft opening, menjadikannya sebagai tempat hang out paling baru di kota Medan. Menggunakan kode area telepon kota Medan sebagai brand name-nya, 061 Bistro menyajikan menu tradisional Indonesia dengan sentuhan modernisasi.
Bistro yang cukup nyaman dan unik dengan interior kontemporer ini terdiri dari indoor (non-smoking) dan outdoor (smoking area). Yang paling menyolok adalah papan tulis raksasa yang menuliskan menu special dengan nama-nama yang cukup menyentil dan kreatif.
Misalnya, Nasi Ayam Kun Thau Bo (berbentuk kepal), Nasi Agore (Ayam Goreng Rempah), Nasi Gurilla 061 (nasi gurih ala 061), Ayam Bara Gelora (nasi ayam panggang pedas), dan beberapa menu lagi. Namun karena belum ada buku menu yang proper, jadi belum ada foto dan keterangan makanan sehingga menyulitkan pengunjung untuk memilih. Mungkin hal ini disengaja agar ada interaksi antara pengunjung dengan para pelayannya yang tergolong ramah dan cekatan.
Di setiap meja, terdapat juga cemilan-cemilan masa kecil yang dapat anda nikmati gratis ketika menunggu sajian datang, seperti kerupuk lidi, orong-orong, kacang polong. Lumayan lah supaya tidak bosan karena kami menunggu agak lama. Tapi begitu makanannya datang dengan presentasi yang menarik, selera makan kami pun terpompa. Beberapa menu yang kami pesan rata-rata memiliki cita rasa yang lumayan dan porsi yang pas. Minuman yang disajikan dimulai dari coffee, tea, beragam juices dan mocktail. Andalannya adalah ice long black dan medacholic.
Harga makanan yang ditawarkan masih tergolong murah di masa soft opening ini walau tanpa mengurangi kualitas bahan yang dipakai. 061 Bistro saat ini hanya beroperasi mulai pukul 16.00 hingga 22.00 setiap hari. Seperti biasa, animo masyarakat atas kehadiran resto baru akan membuat anda kewalahan mendapatkan seat, jadi cobalah datang saat weekdays.
“061 Bistro ini masih dalam tahap soft opening, jadi memang masih perlu banyak pembenahan… Yang pastinya komen anda akan menjadi masukan berharga bagi kami,” tutur Harry, managing director 061 Bistro. Beberapa masukan seperti ruangan yang masih kurang AC, ukuran gelas yang kecil, menu yang kurang variatif, dan tempat duduk yang terbatas sudah ditanggapi dan mudah-mudahan visi menjadi tempat hang-out asik untuk anak muda Medan segera terealisasikan.
Harbour 9
Ahoy! The ship has landed on our port. Harbour 9, the new dining experience yang menjadi buah bibir kalangan foodies dan clubbers dalam beberapa minggu ini berhasil memancing keingintahuan kru makanmana untuk menjajal pengalaman bersantap di sana. Maka disepakatilah hari kamis 18 oktober lalu utk berkumpul di gedung forum 9 yang berada di persimpangan Jalan Imam Bonjol.
Keadaan malam itu cukup ramai ditandai dengan keadaan kami yang harus menunggu 15 menitan utk mendapat tempat di dalam (non smoking area). Untuk tempat dan suasananya boleh kita acungin jempol. Dekorasinya yang terasa mewah dengan meja bar yang panjang di sebelah kiri dilengkapi dengan jejeran TV dan artificial fireplace yang makin menghidupkan suasana di dalam dining place yg satu ini.
Ambience Lighting dibuat agak redup membuat suasana semakin romantis, good for the couple but not for food blogger like us, kami sempat kebingungan bagaimana mau foto makanan di suasana yang minim lighting begini, Bermodalkan ajaran mbah MacGyver akhirnya terpaksa kami manfaatkan lampu flash dari Mobilephone dan iPad ditambah serbet tissue sebagai diffusernya. Hari itu kami berenam lebih banyak memilih western menu, berhubung varian western dishes yang lebih banyak ditawarkan dibanding Indonesian dan Chinese.
Kami mencoba Crispy Skin Salmonnya (76rb) yang sesuai dengan namanya salmon yang lembut tersaji denga kulit yang garing. Side dishes berupa french fries dan frozen vegetables, not the best presentation we’d say.
Lalu kombinasi Chicken Stroganoff (54rb) dan Beef Stroganoff (105rb) yang rasanya tidak jauh berbeda. Dengan penerangan yang minim, kami tidak tahu bagaimana membedakan mana yang chicken dan mana yang beef until the first bite. To us, the chicken taste more tender, walaupun karakteristik kedua rasa sausnya sama.
Disusul dengan La-Paulette (52rb) quite a catch of salmon bits yang dipadu dengan pasta dan cheesy sauce, dan ditutup dengan Grilled Sirloin (176rb) yang menurut kami Not a good deal. The meat was not rested enough, sehingga rasanya kurang developed. Untuk harga sedemikian yang kami bayar, mungkin ekspektasi kami sedikit tinggi utk penyajiannya, dimana agak mengecewakan dengan munculnya serving dari frozen vegetables yang kurang menarik utk dilihat dan dikonsumsi.
There’s not much to kiss and tell dari varian minumannya karena pilihan minuman kami malam itu tidak begitu daring. Maybe utk next visit, kami akan melapor mengenai cocktailnya melihat tempat ini lebih cocok sebagai tempai berkumpul dan minum bersama kawan karib ketimbang cemilan bersama keluarga.
Copyright from makanmana.net
tongkrongan baru 2013
Ranch 57, Plaza Medan Fair
Ranch 57 yang kini meramaikan suasana Plaza Medan Fair dibuka pada bulan Desember kemarin. Walaupun masih baru, sebetulnya manajemen restoran ini sudah terbiasa dengan industri kuliner di kota Medan kaena sudah berpengalaman mengurus Lekker yang senantiasa ramai dan Plus Cafe di Palladium yang lebih adem pengunjugnya. Lalu bagaimana taste makanan, penampilan interior dan servis di Ranch 57?
The Real Ranch Experience
“Ranch” dalam bahasa inggris berarti ladang yang luas. Sepertinya konsep itu yang sengaja ditonjolkan oleh pemilik restoran ini. Interior yang didominasi bahan kayu, lighting kuning yang terkesan hangat dan dekorasi tali tambang yang membentuk lampu meja makan sangat unik dan memberi kesan ‘country’ yang lebih dalam pada restoran ini. Beberapa kursi “Vespa” khas Lekker juga bisa ditemui disini (Unik sih emang, cuman agak kurang yakin kalau itu cocok dengan konsepnya).
Setelah dipersilahkan duduk, kami pun dilayani oleh pelayan yang sepertinya masih baru. Sedikit kebingungan dan beberapa kali mengulang pertanyaan yang sama menjadi tanda bahwa pelayan tersebut masih baru dan belum cukup pengalaman kerja. Kami cukup memakluminya karena restoran ini masih terbilang sangat baru. We’ve seen worse than this
Coffee Machinenya menggoda
Yang menjadikan tempat ini lebih special dibandingkan Lekker yang lebih berpengalaman ialah adanya Coffee Machine di area bar. Kami juga melihat banyak menu berbahan dasar kopi yang tertera di menu seperti Espresso, Cappuccino, Latte, Caramel Macchiato dan beberapa blended drinks. Saat itu kami memutuskan untuk tidak memesan kopi karena perhatian lebih tertuju pada minuman special yang berukuran jumbo, Mangoria.Minuman berbahan dasar puree mangga dengan campuran berbagai macam buah didalamnya ini memang dikhususkan untuk sharing – dilihat dari ukurannya. Saat penyajian pun 2 gelas kecil ikut disiapkan di meja. Minuman dengan rasa yang sama bisa juga dijumpai di Lekker (mungkin dengan nama yang berbeda). Fresh and delicious, this one is recommended!
Senin, 07 Januari 2013
Opal Coffee Cafe & Resto
Yeaaaaahhh… Kuliner kota medan semakin diramaikan dengan kehadiran berbagai cafe beberapa bulan terakhir ini. Salah satu yang lumayan menarik perhatian adalah kehadiran Opal coffee yang merambah dari produsen biji kopi ke usaha cafe dan resto. Berdiri megah di jalan T. Amir Hamzah blok c-56 kompleks Griya Riatur Indah, resto ini menawarkan space yang cukup luas untuk bercengkrama, dan tentu saja produk unggulan di sini adalah kopi Opal, dengan kenaekaragaman biji kopi daerah bebagai daerah di nusantara.
Salah satu variasi biji kopi yang kita coba adalah Toraja dalam seduhan “Tall Iced Americano” (Rp. 16.000). Rasanya cukup intens dan harum, bahkan buat kami yang tidak begitu mengerti tentang kopi. “Tall Green Tea Blend Cream” (Rp. 32.000) lumayan segar untuk dicoba, demikian juga dengan “Tall Black Forest Blend Cream” (Rp. 28.000).
Mayoritas makanan yang ditawarkan disini berupa sajian Western. Ada sajian burger, dimana ” Mushroom Burger”-nya (Rp. 45.000) empuk dan juicy euy… Belum lagi “Cioppino Seafood Penne” (Rp. 75.000) yang mewah dengan sajian rajungan yang eksotis. Wah, kami banyak bergelut dalam sajian pasta di resto ini.
Lalu ada “Fettucini Salmon” (Rp. 50.000) yang creamy dan lembut, “Seafood Creamy Basil Spaghetti” (Rp. 40.000) yang lumayan asik dengan aroma kemanginya. Hehe…sekian dulu untuk pastanya.
Untuk sandwichnya, kami coba “Country Style Sandwich” (Rp. 55.000), it’s good, but not that great. Tapi “Chicken Theuringer Bratwurst” tidak begitu memuaskan. Rasanya yang tidak konsisten antara bagian ujung luar dengan ujung dalam pada untaian bratwurst ini, membuat kami sedikit kecewa, apalagi harga yang dibayar tidak murah (Rp. 100.000). Presentasi yang ditampilkan dalam setiap sajian disini bener bener maksimal, tetapi sayang porsi yang ditawarkan tidak sesuai dengan kondisi perut kami yang bergejolak seperti nafsu kuli bangunan malam itu.
To sum up, it’s good place to hangout for cups of coffee, although the food price might get you a little hiccup, but overall the environment is cozy and it’s worth a visit.
Smile For The Unique Taste!
Yeah, begitulah slogan dari Pizza in_ni,
newcomer pizza di Medan, yang merupakan homemade pizza franchise dari
Surabaya. Namanya memang agak unik dan lucu. Mendapat info dari
Makanmana.net, saya pun segera sidak lokasi baru di dunia kuliner Medan
ini.
Pertama kali datang, agak kesusahan
untuk mencari lokasinya, sampai putar berkali-kali dan tanya beberapa
warga sekitar sana untuk mengunjungi TKP yang berada di Jl. Demak No. 5J
ini.
Tempat makan ini memang tidak begitu eye-catchy,
hanya bermodalkan spanduk promosi doank. Didalamnya juga sederhana,
tidak nampak aneka ragam interior design, hanya rumah tinggal biasa
dengan 4 meja sederhana. Berdasarkan info yang saya baca di
Makanmana.net mengenai tempat makan ini, bahwa memang fokus dari tempat
makan ini lebih condong ke delivery order.
“Seat yang tersedia di dalam juga tidak begitu banyak, ini dikarenakan fokus bisnis pizza ini sebernarnya dititikberatkan pada takeaway dan deliverynya”, demikian tutur Yunita.
Makanmana.net
Menu yang ditawarkan disini lumayan beragam, bisa dilihat dari daftar menu dibawah ini.
Awalnya saya sedikit penasaran dengan
Stromboli, sebenarnya makanan apa ini, soalnya sama sekali nggak pernah
terdengar. Saya mencoba memesan BBQ Chicken Stromboli, bentuknya seperti
Curry Puff ukuran gede dan dipotong beberapa bagian. Isinya lumayan
banyak, namun sayangnya lebih banyak terasa jamurnya daripada irisan
daging ayamnya.
Stromboli andalan pizza in_ni mirip dengan calzone, dimana topping pizzanya dibungkus oleh 2 loyang adonan yang kemudian dipanggang hingga matang. dengan adanya tambahan base dan crustnya pada stromboli, membuat rasa varian pizza ini makin padat dan mantap. Selain itu, karena adonan pizza made to order, pizza yang dihidangkan langsung dari oven terasa crunchy di luar namun lembut di dalam.
Makanmana.net
Kemudian saya juga mencoba BBQ Chicken
Pizza, rasanya sedap, tanpa perlu diberi sambal cabe juga sudah nendang
rasanya. Tepian pizza-nya juga renyah. Recommended!
Overall tempat ini asik untuk
dikunjungi, namun sayangnya pilihan minuman disini sedikit dan tempat
makan yang dekat dengan ‘dapur’, terkadang membuat suasana sedikit
terasa gerah. Tapi disamping itu, terdapat keunikan tersendiri, karena
kita dapat melihat proses pembuatan makanan-nya. Untuk suasana yang agak
gerah, mungkin bisa diakalin dengan memindahkan tempat makan ke halaman
depan.
Bel Mondo Cafe and Noodle House,
bertempat di Jl. H. Zainul Arifin No.122B, Medan. Tepatnya diseberang
Sun Plaza Medan. Suasana cafe dengan style yang agak soft dan cozy,
lumayan santai juga untuk tempat nongkrong.
Suasana saat itu agak ramai bahkan
meja-nya full dan beberapa meja sudah di reserve, suasana cafe nyaman
dengan LCD besar di 2 sisi jadi dapat sambil menikmati siaran tv,
kebetulan saat itu kami juga ikut menjadi saksi Li Na menjadi petenis
pertama asal Asia yang berhasil memenangi turnamen Grand Slam di nomor tunggal. Congrat!
Bel Mondo Crispy Chicken Black Pepper
(Rp 61.000), dagingnya lembut dan tebal, semakin nikmat dipadu dengan
bumbu black pepper yang pedas pedas sedap…
N.Z Rack of Lamb BBQ, N.Z stand for New
Zealand? (Rp 145.000), nyam nyam nyam… Bumbu BBQ nya mantap lezat
rasanya, rasa dagingnya juga pas.
Kemudian mencoba memesan Normandy
Mussels Stew (Rp 97.000), maksud hati mau memesan side menu doank,
rupanya ini ada sama nasi yah. Nasinya dimasak ntah bumbu apa gitu, ada
teman yang tau? Menu ini terdapat mussels, udang dan daging ikan.
Overall makanan disini ok, namun
sayangnya tempat parkir agak terbatas. Seperti saat itu, mau keluar juga
harus menunggu beberapa lama dan bayangkan customer yang sedang
enak-enak makan harus keluar bentar untuk geser mobil.
Langganan:
Postingan (Atom)






